| Profil |
| |
|
|
|
 |
|
|
Dalam rangka peningkatan produksi peternakan melalui peningkatan kesehatan hewan, Departemen pertanian cq Directorat Jenderal Peternakan bekarjasama dengan FAO (Food Agriculture Organization) telah mendirikan Laboratorium Tipe A sebagai Pusat Penyidikan Penyakit Hewan atau Disease Investigation Center (DIC). Pusat Penyelidikan Penyakit Hewan (P3H) yang pertama dibangun tahun 1973 berkedudukan, kemudian P3H Maros. |
| |
| Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pertanian Nomor : 190/Kpts/Org/5/1975; tanggal 12 Mei 1975 Laboratorium Tipe A ini dijadikan sebagai Pusat Penyidikan Penyakit Hewan (P3H) yang merupakan salah satu Unit Pelaksana Teknis yang berada dibawah Direktorat Jenderal Peternakan, diresmikan tahun 1976 oleh Menteri Pertanian Prof. Dr. Tojib Hadiwijaja.
Pada tahun 1978 susunan Organisasi dan Tata Kerja BPPH di seluruh Indonesia (BPPH I- VII) disempurnakan dengan Surat Keputusan Menteri Pertanian Nomor : 315/Kpts/Org/5/1978, tanggal 25 Mei 1978. Selanjutnya dengan Surat Keputusan Menteeri Pertanian Nomor : 457/Kpts/OT.210/8/2001 Balai Penyidikan Penyakit Hewan berubah nama menjadi Balai Penyidikan da Pengujian Veteriner.
|
| |
Tugas dan Fungsi BPPV.
Sesuai dengan Surat Keputusan Menteri Pertanian Nomor : 457/Kpts/OT.210/8/2001,
tanggal 20 Agustus 2001 tugas dan fungsi BPPV yakni : |
| |
 |
|
1. |
Pelaksanaan diagnosa penyakit |
| 2. |
Pelaksanaan surveillance epidemiologi penyakit hewan |
| 3. |
Pemantauan dan evaluasi pasca vaksinasi hewan |
| 4. |
Pemantauan pelayanan medik veteriner |
| 5. |
Pemeriksaan kesehatan ternak, unggas, satwa, semen, dan embrio |
| 6. |
Pelaksanaan pengijian veteriner produk asal hewan (food borne
disease dan zoonosis) serta analisa resiko penylit hewan |
| |
| 7. |
Analisa veteriner terapan |
| 8. |
Pelaksanaan sertifikasi status kesehatan hewan dan hasil uji produk asal hewan |
| 9. |
Pemberian saran teknis penanggulangan dan penolakan penyakit hewan |
| 10. |
Pembuatan peta regional penyakit hewan |
| 11. |
Dokumentasi dan penyebaran informasi kesehatan hewan |
| 12. |
Pemberian pelayanan teknis laboratorium kesehatan hewan dan laboratorium masyarakat
verteliner |
| 13. |
Pelayanan teknis kegiatan penyidikan, pengujian veteriner, pengamanan hewan dan produk asal hewan |
| 14. |
Pelaksanaan urusan tata usaha |
|
| |
| Wilayah Kerja |
| |
   |
| |